Petugas Perusda saat melakukan penertiban pedagang sayur yang membandel.
foto tri haryono

batampos.co.id – Janji Perusda melalui Unit Pasar untuk menertibkan pedagang sayur di lantai dasar Pasar Puan Maimun, mulai dipenuhi. Pedagang sayur yang membandel berjualan di lantai dasar langsung ditertibkan, Senin (21/1/2019).

Penertiban pedagang sayur di lantai dasar Blok B itu, dibantu personel dari kepolisian, dan Satpol PP. Tindak tegas dilakukan lantaran tenggat waktu yang diberikan pengelola kepada pedagang untuk segera pindah telah habis.

Loading...

“Ada sekitar 30 pedagang yang membandel. Jadi kita tertibkan dengan dibantu personel kepolisian, dan Satpol PP,” ujar Dirut Perusda Karimun Devana Syam.

Saat penertiban, tidak ada kendala. Bahkan pihak Perusda pun masih bisa berdialog bersama pedagang. Intinya pedagang sepakat mematuhi aturan yang dikeluarkan pengelola pasar dengan meneken surat pernyataan di atas materai 6000.

“Jadi kita sudah punya pegangan bagi pedagang yang masih membandel juga. Mereka akan kita blacklist untuk selamanya tidak boleh berjualan di Pasar Puan Maimun jika kedapatan masih
berjualan di lantai dasar,” tegasnya.

Sebenarnya, kata Devanan, bahwasannya para pedagang sudah mulai berjualan sejak pukul 04.00 WIB sampai 06.00 WIB. Sedangkan petugas keamanan baru masuk pukul 08.00 WIB. Hal ini bisa menjadi bahan evaluasi nantinya bagaimana untuk melakukan pemantauan untuk penertiban itu sendiri.

“Paling penting, disini kita sama-sama mencari makanlah. Jadi tolong, kita sama-sama menjaga kebersamaan. Bagi yang sudah punya lapak, silakan berjualan seperti semula. Sedangkan, yang belum punya lapak, akan kita pikirkan cari jalan keluarnya,” pesannya.

Salah seorang pedagang mengungkapkan, apa yang diputuskan tetap diikuti. Namun, apabila didapati masih ada pedagang yang berjualan di tempat yang sudah dilarang, maka perlu dipertanyakan kepada pengelola pasar. Karena sesuai kesepakatan bahwa semua komitmen untuk tidak melanggar aturan yang sudah disepakati bersama.

“Intinya kita minta keadilanlah. Mana tau, besok-besok ada pedagang yang jualan di tempat terlarang. Ini berarti salah satu pihak sudah melanggar kesepakatan bersama, dan itu bisa menjadi tidak percaya lagi,” ujarnya sambil menandatangani surat pernyataan. (tri)

Loading...