ilustrasi

batampos.co.id – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Karimun mulai mengganas. Awal tahun 2019, sudah tercatat sebanyak 19 kasus DBD.

Paling banyak terdapat di Kecamatan Kundur yakni 7 kasus. Hingga Jumat (18/1/2019, masih ada dua pasien DBD yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Loading...

“Memang sudah ada 19 kasus DBD. Dua orang masih dirawat di rumah sakit. Paling banyak warga yang terserang berasal dari Kecamatan Kundur dengan jumlah 7 kasus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun, Rahmadi, Kamis (17/1/2019).

Kecamatan Karimun yang termasuk endemis DBD, baru ditemukan tiga kasus. Selanjutnya, Kecamatan Tebing, Kundur Barat, dan Kundur Utara, masing-masing dua kasus. Sedangkan Meral, Belat, dan Meral Barat, masing-masing satu kasus DBD.

“Artinya hanya delapan kecamatan yang terdeteksi warganya terserang DBD. Mudah-mudahan, jangan ada lagi kasus DBD dari kecamatan lain,” tegas Rahmadi.

Rahmadi mengaku khawatir melihat data sudah ada 19 kasus DBD di awal tahun. Untuk itu, masyarakat harus berperan serta memberantasnya. Paling tidak, setiap satu rumah ada juru pemantau jentik (jurmantik).

“Bagi warga yang mempunyai tempat penampungan air agar selalu melakukan pembersihan. Kemudian, rutin gotong royong di pemukiman agar lingkungan bersih dan sehat,” ajak Rahmadi.

Sebagai informasi, tahun 201 tercatat sebanyak 176 kasus DBD. Lima orang diantaranya meninggal dunia. Upaya meminimalisasi serangan DBD telah dilakukan fogging atau pengasapan di pemukiman sejak pekan lalu. (san)

Loading...