Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya (tengah) memberikan keterangan terkait penangkapan tersangka pencurian yang merugikan perusahaan asal Tiongkok.
foto sandi
Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya (tengah) memberikan keterangan terkait penangkapan tersangka pencurian yang merugikan perusahaan asal Tiongkok.
foto sandi

batampos.co.id – Dua kakak beradik, Ibend dan Dipo, ditangkap jajaran Polsek Meral, Kamis (10/1/2019) lalu. Keduanya dicokok karena disangkakan telah melakukan tindak pencurian di perusahaan asal Tiongkok, China Communication Construction Indonesia (CCCI).

Aksi kakak beradik telah merugikan miliar rupiah pada perusahaan yang bergerak di sektor galangan kapal tersebut. Di antaranya berasal dari empat unit laptop, ponsel, kartu ATM, uang tunai, dan satu alat deteksi senilai Rp 855 juta.

Loading...

Penangkapan berawal dari laporan masuk ke Polsek Meral, Sabtu (5/1) lalu. Dipimpin AKP Hadi Sucipto dan Iptu Alfajri, kedua pelaku berhasil di tangkap di waktu, dan tempat yang berbeda.

Penangkapan pertama dilakukan, Rabu (9/1/2019) terhadap tersangka Ibend. Pelaku saat itu berada di salah satu kafe di Coastal Area Tanjungbalai Karimun. Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti hasil kejahatan yang disimpan di rumah tersangka.

Kemudian pada Kamis (10/1), tersangka Dipo berhasil diamankan di pelabuhan. Diduga bersangkutan akan melarikan diri ke Batam. Dari tangan tersangka ditemukan uang hasil pencurian, dan kartu identitas.

“Kedua tersangka bisa masuk ke dalam areal perusahaan disebabkan tersangka Dipo memegang duplikat kunci. Saat itu, tersangka Dipo bekerja sebagai supir di perusahaan tersebut,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya, Sabtu (11/1/2019).

Diketahui, saat melakukan aksi tidak ada pintu atau jendela perusahaan yang rusak. Selain itu, sebelum masuk ke dalam kantor, tersangka mematikan skring listrik.

“Saat ini, keduanya masih diproses penyidikan untuk pengembangan lebih lanjut,” ungkap Kapolres.

Sementara Dipo mengaku perbuatannya karena ada yang menyuruhnya.

“Yang menyuruh saya, Hr. Saya diminta mengambil saja. Berapa harga barang tersebut, saya tidak tahu,” terangnya.

Namun pernyataan Dipo dibantah Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto.

“Pengakuan Dipo hanya alasan saja. Karena anggota kita sempat mengamankan pria yang disebut tersangka Dipo. Namun setelah dikros cek, ternyata mereka tidak pernah bertemu. Termasuk pecakapan di ponsel, sudah kita cek tidak ada. Sehingga, pria berinisial Hr dinyatakan tidak terlibat,” tegas Kapolsek. (san)

Loading...