Tdak ada TPA sampah di Kundur menyebabkan sampah dibuang di pinggir jalan.
Foto Imam Soekarno,

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengakui hingga awal 2019 belum dapat merealisasikan pengadaan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kundur. Hal itu dikarenakan anggaran daerah mengalami defisit. Akibatnya, rencana relokasi TPA ke tempat yang lebih layak belum dapat dilakukan.

“Kita harapkan anggaran tahun depan (tahun 2020, red), dapat diprioritaskan untuk pembebasan lahan TPA sampah di Kundur,” kata Bupati saat dikonfirmasi, Rabu (9/1/2019).

Loading...

Masalah lahan TPA sampah, memang diakui Bupati cukup dibutuhkan di Kundur. Hanya saja disebabkan terbatasnya anggaran sehingga belum dapat direalisasikan.

“Memang sebelumnya saya pernah menyampaikan akan menganggarkan untuk pembebasan lahan TPA sampah di Kundur. Mengingat di Kundur sendiri belum memiliki lahan TPA sampah yang permanen. Tapi lantaran APBD mengalami defisit, terpaksa tertunda,” bebernya memberi penjelasan.

Data yang dihimpun di lapangan, setiap hari Kundur menghasilkan dua ton sampah basah yang harus dibuang. Selama ini sampah basah dibuang di lahan milik masyarakat.

Selain belum memiliki lahan TPA sampah, kendaraan sampah juga minim. Selama ini Kundur ada dua unit truk sampah satu di antaranya rusak sehingga kondisi ini sering menyebabkan menumpuknya sampah. (ims)

Loading...