ilustrasi

batampos.co.id – Program imunisasi vaksin campak dan rubela (MR), sudah berakhir Desember 2018. Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun tetap melanjutkan kegiatan tersebut. Hanya saja, tidak lagi turun ke sekolah-sekolah.

“Memang secara nasional, program vakisinasi MR sudah berakhir. Tapi untuk kita, tidak otomatis menghentikan program tersebut. Hanya kita mengingatkan kepada setiap puskesmas, dan puskesmas pembantu (pustu) untuk tetap memberikan vaksin MR kepada anak minimal usia 9 bulan yang datang untuk imunisasi,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Karimun, Rahmadi, Selasa (8/1).

Loading...

Dijelaskan Rahmadi, bagi orang tua yang membawa balita usia 9 bulan untuk mendapatkan vaksin campak, secara langsung diberikan vaksin MR. Sebab, di dalam vaksin MR sudah terdapat vaksin untuk campak. Artinya, sudah otomatis si anak langsung terimunisasi dengan vaksin MR.

“Pemberian imunisasi vaksin MR, tetap gratis jika dilakukan di RSUD, puskesmas atau pustu. Bahkan, kita juga sudah menyampaikan kepada rekan-rekan di RSUD, puskesmas dan pustu untuk tetap melayani jika sewaktu-waktu ada masyarakat datang yang minta diberikan imunisasi vaksin MR,” paparnya.

Diinformasikan, melalui imunisasi vaksin MR yang dimasukkan ke dalam tubuh, akan menjadi antibody bagi tubuh. Tujuannya, jika pada suatu waktu tubuh diserang penyakit campak atau rubella, maka tubuh sudah bisa menahannya. Meski tetap harus mendapatkan pengobatan dan perawatan tenaga medis. (san)

Loading...