Meski harus beraktivitas, namun nelayan tetap harus mewaspadai siklon tropis pabuk.

batampos.co.id – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun Raden Eko Sarjono mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas di laut. Sebab, hingga Februari diperkirakan angin berhembus kencang disebabkan Siklon Tropis Pabuk yang terjadi di laut china Selatan atau sebelah timur Negara Malaysia.

“Kita prediksi sampai pertengah Februari, terjadinya fenomena alam yakni siklon tropis pabuk. Kecapatan angin 10 hingga 12 Knot, tentu sangat tinggi. Begitu juga gelombang yang biasanya hanya berketinggian 0,2, saat ini bisa mencapai 1 meter,” terang Raden Eko Sarjono.

Loading...

Perubahan iklim Siklon Tropis Pabuk bersifat menjauhi garis khatulistiwa, dan musnah saat berada di dataran luas atau benua. Siklon tersebut sangat terasa dampaknya terhadap daerah Anambas yang sangat dekat dengan Laut China Selatan, bahkan berpotensi mengakibatkan gelombang tinggi mencapai 7 meter.

“Keadaan ini juga akan berdampak terhadap curah hujan yang tinggi yang dikarenakan tumbuhnya awan konvektif lebih banyak dari pada hari biasanya,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga mengingatkan kepada calon penumpang agar kabel listrik untuk papan pengumuman prakiraan cuaca yang dipasang di pelabuhan tidak dicabut. Karena masyarakat bisa melihat kondisi cuaca saat akan berangkat.

“Bukan rusak, tapi kabel listriknya dicabut oleh calon penumpang untuk cash HP. Setelah itu, tidak dipasang kembali, dibiarkan begitu saja. Sekali lagi saya imbau, supaya jangan dicabutlah kabel papan imbauan BMKG,” pesannya. (tri)

Loading...