batampos.co.id – Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Tanjungbatu masih mengembangkan kasus dugaan korupsi BBM di tubuh PDAM Tirta Karimun cabang Tanjungbatu. Sejumlah saksi-saksi sudah dimintai keterangan, termasuk Asisten II Setkab Karimun.

Sebelumnya, Cabjari Kundur telah menetapkan dua orang tersangka. Masing-masing, Kepala Cabang PDAM Tirta Karimun, dan Bagian Operasional Produksi Air. Namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

“Memang saat ini kami fokus pada penanganan terhadap kedua tersangka yang sudah memiliki alat bukti kuat. Kendatipun demikian, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru yang tentunya disertai dengan alat bukti,” tegas Kacabjari Karimun di Tanjungbatu, Novriansyah, SH, Jumat (4/1) lalu.

Terpisah, Kasubsi Tipidum dan Tipidsus Cabjari Tanjungbatu Dedi Simatupang, kasus dugaan korupsi PDAM Tirta Karimun cabang Tanjungbatu terhendus setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat. Terutama seringnya terjadi kemacetan pendistribusian air bersih PDAM Tirta Karimun Tanjungbatu.

Laporan masyarakat ditindaklanjuti Cabjari dengan membentuk tim penyelidikan. Hasilnya, terungkap ada kejanggalan dari nota pelaporan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) minyak solar yang tidak sesuai fakta. Bahkan, ada kesan nota pembelian BBM di markup.

“Ada dua temuan yang kita peroleh. Satu oknum berbuat curang dalam pembelian BBM, dan tidak cocok antara nota belanja BBM yang di SPJ-kan dengan hasil keterangan pemilik kios BBM. Bahkan kedua tersangka terbukti melakukan markup sejumlah nota tanda tangan. Dan perbuatan itu diakui kedua tersangka,” tegas Dedi Simatupang. (ims)

Yuk Baca