suntik-vaksin

batampos.co.id – Target program imunisasi campak dan rubella (MR) di Kabupaten Karimuun tidak mencapai 100 persen. Masih banyak masyarakat yang menolak anaknya untuk divaksin MR, menjadi kendala pencapaian target tersebut.

“Benar, tidak tercapai imunisasi vaksin MR dikarenakan masih banyak masyarakat yang menolak anaknya untuk divaksin MR,” jelas Kadinkes Kepri Tjetjep Yudiana.

Loading...

Tidak hanya Karimun, tidak tercapainya program imunisasi juga dialami hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Yang cukup bagus hanya Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang dengan pencapaian 80 persen. Sedangkan, Kota Batam yang paling rendah dibawah 50 persen termasuk kabupaten Karimun, Lingga, Natuna dan lainnya.

“Untuk kelanjutannya, kita masih menunggu informasi dari Kementerian Kesehatan. Yang jelas program imunisasi MR berakhir 31 Desember lalu untuk di Provinsi Kepri,” terangnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan realisasi program imunisasi MR di Karimun hanya 60 persen. Sasaran akhir Desember sekitar 38.692 anak dengan 12 puskesmas di Kabupaten Karimun.

“Kita memang tidak mencapai target dari 95 persen atau 65.090 anak yang harus diimunisasi MR. Sejak dimulainya 1 Agustus hingga akhir Desember lalu,” ungkapnya.

Sebaliknya, Dinas Kesehatan telah mempersiapkan pos atau tempat imuniasi sebanyak 694 unit. Di antaranya, 83
Paud, 70 TK, 152 SD/MI, 60 SMP/MTS, 229 Posyandu, dan 100 pos lainnya, seperti Puskesmas, Pustu, Polindes, Poskesdes, RS, KKP.

“Kita sudah berusaha semaksimal. Namun, kalau orangtuanya menolak kita tidak bisa memaksakan. Padahal imunisasi gratis dan tidak ada efek sampingnya,” terang Rachmadi. (tri)

Loading...