batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun, telah menyelesaikan tahapan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dari 16 Parpol peserta pemilu, Selasa (3/1) lalu. Dari 16 parpol, dan dua pasangan calon presiden, yang paling banyak penerima sumbangan adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni sebesar Rp241,765 juta. Sedangkan, parpol yang paling rendah yaitu PKB hanya Rp3,250 juta.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan yang pertama menyampaikan LPSDK. Kemudian diikuti Partai Golkar dengan penerima sumbangan sebesar Rp171,500 juta.

Loading...

Selanjutnya Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang menyampaikan penerimaan dana kampanye sebesar Rp95,300 juta, Partai Berkarya Rp51,650 juta, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebesar Rp42,300 juta. Kemudian Partai Amanat Nasional (PAN) Rp37,800 juta, Partai Demokrat Rp32,750 juta, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rp3,250 juta.

Sedangkan, parpol yang tidak ada penerimaan sumbangan dana kampanye yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasdem, Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

“Semua partai peserta pemilu sudah melaporkan penerimaan sumbangan dana kampanye. Hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) nihil, karena memang tidak ikut sebagai peserta pemilu di Kabupaten Karimun,” ujar Ketua KPU Karimun, Eko Purwandoko, Kamis (3/1) kemarin.

Begitu juga, terhadap dua calon presiden dan wakil presiden juga sudah membuat laporan LPSDK kepada KPU Karimun. Hasilnya tidak ada yang menyumbang dana kampanye terhadap dua paslon tersebut.

“Jadi semua parpol sudah ada laporan dana kampanyenya,” ujarnya. (tri)

Loading...