foto Kacabjari Tanjungbatu Novriansyah

batampos.co.id – Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Karimun di Tanjungbatu, telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus korupsi PDAM Tirta Karimun cabang Tanjungbatu, Kamis (3/1) kemarin. Kedua tersangka masing-masing Zl sebagai kepala cabang, dan Nv sebagai operasional produksi.

Keduanya langsung ditahan, dan dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Tanjungbalai Karimun. Kerugian negara atas dugaan tindak pidana korupsi tersebut mencapai Rp384.815.650.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Tanjungbatu Kundur Novriansyah, SH menyatakan, penetapan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi membutuhkan empat bulan. Mulai dari penyelidikan hingga tingkat penyidikan.

“Dan hari ini (Kamis, red), kita tetapkan dua orang masing-masing Zl dan Nv sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk operasional produksi air PDAM Tirta Karimun cabang Tanjungbatu tahun 2016 hingga 2017. Modusnya dengan cara manipulasi nota dan belanja fiktif BBM jenis solar,” ungkap Novriansyah didampingi Kasubsi Tipidum dan Tipidsus Dedi Simatupang, serta Kasubsi Intel dan Datun Bambang saat konferensi pers.

Sementara Kasubsi Tipidum dan Tipidsus Dedi Simatupang menjelaskan hasil penyidikan yang dilakukan terhadap kedua tersangka, kerugian negara sesusai hasil audit BPKP Kepri sebesar Rp384.815.659. Kedua tersangka juga sama-sama bermain dengan manipulasi nota, dan belanja fiktif BBM solar.

Dalam kasus dugaan tindak korupsi tersangka dijerat pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi. Keduanya telah mengakui perbuatannya. (ims)

Yuk Baca