foto.triharyono
Bupati Karimun Aunur Rafiq melantik lima kades terpilih, Jumat (28/12) di Gedung Nasional. Mereka terpilih melalui
pemilihan kades secara serentak periode dua September lalu.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq telah melantik lima kepala desa terpilih, Jumat (28/12) di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun. Selain itu, juga turut dilantik seorang pejabat Pengawas Kecamatan Moro.

Kelima Kades yang dilantik yaitu Kades Jang, Kurniawan, Kades Keban Taufik Yusuf, dan Kades Pauh Usman yang berasal dari kecamatan Moro. Kades Ngal kecamatan Ungar, Yusri, dan Kades Teluk Radang kecamatan Kundur Utara, Ngadino.

Loading...

Sementara Pejabat Pengawas Kecamatan Moro yang dilantik adalah M Halim yang bertugas sebagai pengawasan desa dan kelurahan. Tampak hadir saat pelantikan lima kades terpilih pada pelimilihan kepala desa serentak periode dua itu, Wakil Bupati Anwar Hasyim, Sekretaris Daerah M Firmansyah, dan sejumlah kepala OPD.

“Saudara kades sekarang, sudah resmi menjabat pemimpin desa, tidak lagi milik timses maupun pendukung. Artinya, kades sebagai pelayanan publik milik masyarakat,” pesan Aunur Rafiq kepada lima Kades yang sudah dilantik dan diambil sumpah.

Selain itu kata Rafiq lagi, jabatan sebagai kepala desa yang diemban harus amanah sesuai dengan kewajiban dan tanggungjawab seorang Kades. Saat pelantikan Kades sudah menandatangani fakta integritas yang harus direalisasikan selama enam tahun dengan mengacu UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa yang tetuang didalam SK tersebut.

“Hari ini (Jumat-red) kita laksanakan pelantikan, karena masa jabatan Kades sebelumnya berakhir Kamis (27/12). Sehingga, harus dilakukan pelantikan supaya tidak terjadi kekosongan jabatan,” ujar Rafiq seraya mengucapkan selamat menjalankan tugas, terutama dalam merealisasikan anggaran DD dan ADD tahun depan,” ungkapnya.

Sedangkan pejabat pengawas kecamatan Moro M Halim mengungkapkan, dirinya siap bersinergi dengan 10 Kades dan dua Kelurahan yang ada di kecamatan Moro. Mengingat, kondisi letak geografis kecamatan Moro terdiri dari pulau-pulau yang mobilitasnya terbatas.

“Kalau satu hari, bisa tiga desa saja. Karena, bisa ditempuh lewat darat. Selebihnya, tidak bisa harus lewat laut yang membutuhkan waktu lebih dari satu setengah jam menempuh perjalanan. Dengan syarat, kondisi laut cukup normal,” ujarnya. (tri)

Loading...