Bupati Karimun saat memasang tanda penerima program BSPS di salah satu rumah warga.

batampos.co.id – Pencapaian progam Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Karimun untuk tahun 2018, mencapai 100 persen. Ada sebanyak 649 unit yang tersebar di delapan kecamatan masuk dalam program BSPS.

“Alhamdulillah, rata-rata progres program BSPS di delapan kecamatan selesai semuanya. Tinggal Kecamatan Buru yang masih dalam proses pengerjaan, karena datanya baru masuk bulan September lalu,” ungkap Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kebersihan Karimun, Rosmawati, Selasa (25/7).

Loading...

Untuk Kecamatan Buru terdapat 94 unit yang masuk dalam program BSPS. Setelah melalui proses di pusat, baru dilakukan proses pengiriman bahan material. Dari 94 unit tersebut, 71 unit progres pengerjaan sudah mencapai 90 persen, 11 unit 75 persen, dan 4 unit 60 persen.

“Selain keterlambatan penerimaan data dari pusat, kondisi cuaca juga mempengaruhi pengerjaan di Kecamatan Buru. Tapi kita tetap optimis semua selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Untuk tahun 2019, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kebersihan Karimun kembali mengajukan sebanyak 2.040 unit penerima program BSPS yang tersebar di 12 kecamatan. Namun hanya direalisasikan sebanyak 110 unit oleh pemerintah pusat.

“Program BSPS sangat bermanfaat bagi masyarakat kita. Terutama yang tinggal di pesisir,” ujar Rosmawati.

Terpisah Kepala Bidang Perumahan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kebersihan Karimun Rita Agustina mengatakan, untuk setiap rumah penerima program BPSP mendapatkan Rp15 juta dengan bahan material Rp12,500 juta, dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Artinya, penerima
BSPS tidak menerima uang tunai melainkan bahan material bangunan sesuai dengan RAB yang diusulkan dengan dibantu oleh tenaga fasilitator.

“Tahun ini, kecamatan Moro yang terbanyak penerima BSPS disusul Kecamatan Kundur. Hasilnya, sangat bagus, dan langsung dinikmati masyarakat itu sendiri,” ucapnya. (tri)

Loading...