foto.tri haryono
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani.

batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menunggak Rp4 miliar pada pihak Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT). Padahal, tunggakan tagihan pelayanan kesehatan tersebut sudah jatuh tempo.

Loading...

“Total tagihan tunggakan pembayarannya Rp4 miliar. Dan sudah diverifikasi pihak BPJS Kesehatan, Sementara yang belum diverifikasi jumlahnya lebih besar lagi Rp8,7 miliar,” ujar Direktur RSBT Tanjungbalai Karimun, dr Firman, Kamis (13/12) kemarin.

Firman berharap tunggakan tersebut bisa dibayar pihak BPJS Kesehatan bulan ini. Sehingga pihak rumah sakit bisa melakukan kewajibannya yang lain. Mulai dari pembayaran obat-obatan yang sudah diberikan kepada pasien pengguna BPJS kesehatan, hingga membayar jasa medis.

“Kalau tidak dibayar, sudah tentu akan menimbulkan kendala dalam pelayanan. Pembayaran obat dan jasa medis dokter akan terlambat. Kondisi ini sudah kita sampaikan kepada pihak BPJS. Mudah-mudahan bisa segera dilakukan pembayaran,” ungkapnya.

Berbeda dengan pihak RSBT, biaya pelayanan kesehatan untuk peserta BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani, sudah dibayar sebesar Rp4,2 miliar.

“Untuk RSUD M Sani, tagihan untuk BPJS Kesehatan ada 4 bulan. Tagihan dua bulan pertama sudah dibayar Rp4,2 miliar. Sedangkan dua bulan terakhir belum dibayar, karena belum jatuh tempo,” ungkap Direktur RSUD M Sani, dr Zulhadi.

Diharapkan saat jatuh tempo pada akhir bulan, pihak rumah sakit sudah bisa menerima pembayaran dari BPJS Kesehatan. (san)

Loading...