ilustrasi

batampos.co.id – Ketua DPRD Karimun, M Yusuf Sirat mewanti jangan sampai ada pengusaha yang ditunjuk menjual gas 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kalau ada agen menaikkan HET gas elpiji 3 kg, maka izinnya harus dicabut.

“Jangan sampai tidak ada pengawasan dari OPD terkait. Khususnya, penjualan gas elpiji 3 kg bersubsidi. Sebab, HET untuk gas elpiji 3 kg sudah disepakati,” tegas M Yusuf Sirat, Kamis (12/12).

Penetapan HET elpiji 3 kg, untuk Kabupaten Karimun memang bervariasi. Yakni ada empat harga untuk tujuh pulau yang sudah ditentukan. Masing-masing, Pulau Karimun harganya sebesar Rp25 ribu, Pulau Buru, Kundur, dan Durai harganya Rp26 ribu.

Kemudian Pulau Belat, dan Ungar sebesar Rp27 ribu. Paling murah untuk Pulau Moro yang harganya Rp24 ribu.

“Pengawasan memang bukan hal yang mudah. Meski demikian, pengawasan tetap harus dilakukan. Karena, di daerah kita belum ada Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE),” paparnya.

Kekhawatiran terjadinya kenaikan harga elpiji 3 kg, tatkala harus mengisi tabung kosong ke Tanjunguban. Ditakutkan nantinya ada beban biaya yang dikenakan kepada konsumen sebagai alasan penjual untuk menaikkan harga.

“Jadi, jangan sampai ada agen atau penjual menaikkan harga dengan alasan menutupi biaya angkutan. Kalau memang ada agen menaikkan HET gas elpiji 3 kg, tidak ada toleransi izinnya harus dicabut. Untuk itu, kita minta kepada masyarakat untuk melapor ke dewan jika memang ada penjualan elpiji 3 Kg tidak sesuai HET,” tegas Yusuf Sirat.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun, M Yosli menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan konsultan distribusi dan pengawasan untuk melakukan pemantauan pendistribusian gas elpiji 3 Kg. Artinya, pendistribusian gas elpiji 3 Kg harus benar-benar sampai kepada yang berhak. Sehingga tidak terjadi penjualan paket gas elpiji 3 kilogram yang mulai terdengar.

“Kita memang sudah mendengar beredarnya di medsos yang diduga ada warga menjual gas elpiji 3 kilogram. Setelah dicrosscek, ternyata datanya sudah hilang,” jelas M Yosli.

Walaupun demikian, pihaknya telah melaporkan konsultan distribusi dan pengawasannya atas kejadian tersebut. Tujuannya agar pendistribusian harus benar-benar sampai kepada yang berhak. Sehingga, tidak terjadi penjualan paket gas elpiji 3 kilogram kedepannya. (san/tri)

Yuk Baca