batampos.co.id – Tiga dari 422 peserta ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kabupaten Karimun, dinyatakan gugur. Ketiganya tidak hadir tanpa keterangan saat ujian SKB berlangsung di Gedung LAM Kota Batam, Sabtu, dan Minggu (8-9/12) lalu.

Hari pertama, dua orang peserta tidak hadir. Dan keesokan harinya, kembali satu orang tidak hadir. Sayangnya, satu diantara tiga peserta ujian SKB merupakan pelamar pada jalur prioritas dengan nilai kelulusan akademik cumlaude.

“Ketidakhadiran peserta sangat disayangkan. Sebab, ketiganya merupakan peserta yang bisa ikut ujian SKB setelah pemerintah pusat menurunkan passing grade,” ungkap Sekretaris Daerah Karimun, M. Firmansyah.

Apalagi, lanjut Firmansyah, salah satu peserta yang tidak hadir merupakan peserta dengan nilai kelulusan akademik cumlaude. Artinya, meski ketika SKD tidak lulus, dan karena penurunan nilai ambang batas jadi lulus.

“Formasi yang dilamar hanya satu orang. Dan yang dibutuhkan pun satu orang saja. Sehingga sudah dapat diperkirakan yang bersangkutan 80 persen bisa lolos CPNS. Ternyata tidak hadir,” ujar Firman dengan nada sedih.

Mengenai peserta ujian SKB yang membawa sertifikat pendidik, Firman menyebutkan, ada lima orang peserta yang dinyatakan mendapatkan nilai 100. Menyusul sertifikat pendidiknya telah diperiksa oleh panitia pelaksana ujian dari BKN.

“Kita mendapatkan laporan hanya 5 peserta yang melamar formasi guru membawa sertifikat pendidik. Untuk itu, nilai penuh sudah didapat, meski dalam menjawab soal SKB ada yang tidak tepat. Dan tentang penentuan akhir atau pengumuman kelulusan kita tunggu saja dari BKN,” katanya. (san)

Yuk Baca