Inilah salah satu rumah warga di pemukiman Suku Duane di Kundur.

batampos.co.id – Warga suku Duane mengeluhkan minimnya fasilitas air bersih di pemukiman mereka. Untuk mendapatkan air bersih, mereka yang tinggal di rumah bantuan Pemerintah Karimun, Provinsi dan PT Timah di Payatogok Kelurahan Tanjungbatu ini, harus ke sumur musala terdekat.

Loading...

“Iya kami setiap hari ke sumur musala untuk mengambil air bersih, dan diperbolehkan oleh pengurus musala. Kalau musim hujan agak terbantu, karena bisa menampung air hujan tersebut. Tapi kalau memasuki musim kemarau panjang, air bersih sangat sulit,” ungkap salah seorang suku Duane, Asia, Minggu (9/12) lalu.

Dikatakan Asia, setiap hari ia bersama warga harus berjalan kaki ke musala terdekat untuk mengambil air bersih. Air bersih yang diperoleh dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak, dan mencuci.

Sedangkan untuk kebutuhan air minum, mereka menggunakan air galon yang dibeli. Sementara untuk mandi, sebagian ada yang membeli air per drum, dan sebagian lagi mandi ke sungai.

“Untuk minum, dan mandi, kami harus membeli air galon,” tuturnya.

Diketahui, pemukiman warga suku Duane dihuni 75 kepala keluarga (KK). Rumah tersebut bantuan dari Pemerintah Karimun, Pemerintah Provinsi Kepri, dan PT Timah Kundur. Dari 75 unit rumah yang seharusnya dibangun, sebagian masih terbengkali disebabkan penerima hibah dana pembangunan rumah tersandung kasus korupsi.

Sebelumnya pemerintah Karimun berjanji akan membangun fasilitas umum di pemukiman tersebut. Baik fasilitasn untuk kebutuhan air bersih, tempat ibadah, maupun akses jalan yang memadai. (ims)

Loading...