Foto Tri/Batampos
Bupati Karimun menyerahkan paket perdana konversi gas elpiji bagi warga Kelurahan Harjosari, Kamis lalu.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq secara simbolis menyerahkan paket lengkap tabung gas 3 kilo, regulator (selang), dan kompor gas untuk warga Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kamis (6/12) lalu. Penyerahan paket perdana ini, mengawali konversi minyak tanah ke gas 3 kilo bagi masyarakat Kabupaten Karimun.

Penerima konversi gas elpiji untuk Kabupaten Karimun mencapai 45.587 orang. Khusus untuk Kelurahan Harjosari, ada sebanyak 576 orang penerima.

“Bapak, dan ibu, kan sudah mendapatkan satu paket konversi gas elpiji mulai dari kompor, selang (regulator), dan tabung gas. Tolong jangan dijual ya. Kalau tidak bisa, silakan tanya kepada operator yang sudah dipersiapkan,” ungkap Bupati kepada warga.

Untuk isi ulang gas di Karimun, harganya sebesar Rp25 ribu per tabung. Dan harganya jauh berbeda untuk Kecamatan Moro, Durai, maupun Tanjungbatu dengan alasan transportasi.

“Harga jual isi ulang tabung gas elpiji bisa turun di bawah Rp25 ribu, jika sudah berdiri SPBE,” sebut Rafiq.

Mulai direalisasikan konversi gas subsidi, Bupati pun meminta tidak berdampak pada penyaluran minyak tanah.

“Saya harap, untuk subsidi minyak tanah jangan distop secara langsung,” pintanya.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Ditjen Migas Kementerian ESDM Alimuddin Baso mengungkapkan, konversi minyak tanah ke elpiji tiga kilogram, seharusnya berjalan pada tahun 2017. Namun persiapan belum cukup, maka baru direalisasikan tahun 2018 di wilayah Provinsi Kepri, termasuk Kabupaten Karimun.

“Saya berharap sebelum tanggal 15 Desember nanti, supaya sudah didistribusikan paket gas elpiji diseluruh Kabupaten Karimun. Sebaliknya, yang sudah mendapatkan gal elpiji jangan lagi menggunakan minyak tanah,” tegas Alimuddin Baso.

Hal senada disampaikan Brand Manager Pertamina Kepri, Oos Kosasih.

“Dikarenakan belum siap, maka pendistribusian gas subsidi untuk masyarakat, dan pelaku usaha, baru direalisasikan tahun ini. Untuk wilayah Kepri baru dua, yaitu Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan sebanyak 923 paket sudah selesai. Satu lagi Kabupaten Karimun ada 45.587 paket yang saat ini dalam proses pendistribusian,” ungkapnya. (tri)