ilustrasi

batampos.co.id – Setelah melakukan gelar per­kara, penyidik Kejaksaan Ne­geri (Kejari) Cabang Tan­jung­batu meningkatkan kasus dugaan korupsi Perusahaan Da­erah Air Minum PDAM Tir­ta Karimun Cabang Tanjungbatu ke penyidikan.

“Ki­ta sudah gelar perkara ber­sama dengan penyidik di Kej­ari Tanjungbalai Karimun. Ha­silnya, perkara ini sudah cu­kup bukti untuk ditingkat­kan ke penyidikan,” ujar Kepala Cabang Kejaksaan­ Negeri (Kacabjari) Tanjungba­t­u, Aji Satrio Prakoso, Kamis (22/11).
Dalam beberapa hari ini, pihaknya akan memanggil dan meminta keterangan saksi.

“Sa­at ini jumlah saksi yang kami periksa sudah 38 orang, ter­masuk pejabat Pemkab Kar­imun. Yakni, Asisten II Pemkab Karimun Sensissiana dan Kepala Inspektorat Dedy,’’ sebutnya.

Pemeriksaan terhadap dua pejabat Pemkab Karimun, kata Aji, karena ada kaitannya dengan jabatan. Seperti, Asis-ten II yang bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sedangkan Kepala Isnpektorat melakukan audit terhadap kinerja di PDAM Tirta Karimun.

Pihak kejaksaan juga menjadwalkan untuk meminta keterangan saksi ahli dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI pada Senin (26/11) pekan depan.

“Saksi ahli dari BPKP akan turun ke Tanjungbatu untuk melakukan perhitungan kerugian negara. Dengan adanya perhitungan kerugian negara oleh BPKP, maka akan melengkapi berita acara penyidikan. Untuk saat ini kita belum bisa menyebutkan berapa angka kerugian negara,” paparnya.

Menyinggung tentang ter­sang­ka dan rencana penggele­da­han kantor PDAM Tirta Ka­rimun Cabang Tanjungba­tu, Aji menyebutkan untuk tersangka belum ditetapkan dan agenda lainnya selain menunggu saksi ahli dari BPKP, juga ada rencana untuk melakukan penggeledahan kantor.

”Untuk tersangka memang sudah ada, hanya saja masih butuh keterangan saksi. Sedangkan untuk penggeledahan kita menunggu surat izin resmi dari Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun,’’ jelasnya.

Asisten II Kantor Bupati Karimun Sensissiana secara terpisah membenarkan jika beberapa hari lalu telah memenuhi panggilan dari jaksa penyidik di Kejaksaan Negeri Cabang Tanjungbatu.

”Saya hadir untuk memberikan keterangan sesuai dengan tugas dan fungsi (tupoksi) saya. Salah satunya ikut melakukan pengawasan terhadap BUMD,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, Kasubsi Tipidum dan Tipidsus Cabjari Tanjungbatu Dedi Simatupang mengatakan, kasus dugaan korupsi di PDAM Tirta Karimun cabang Tanjungbatu terendus setelah Cabjari Tanjungbatu menerima laporan dari masyarakat yang sering mengeluh-kan pendistribusian air bersih PDAM Tirta Karimun Tanjungbatu.

Cabjari membentuk tim pe­nye­lidikan untuk mengungkap ter­kait keluhan masyarakat ten­tang permasalahan tersebu­t. Penyelidikan kemudian berlanjut hingga ke tahap penyidikan yang sudah berlangsung selama beberapa bulan.

Dalam penyidikan berhasil mengungkap kejanggalan dari nota pelaporan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang digunakan untuk mesin produksi air yang tidak sesuai dengan fakta belanja yang sebenarnya.

“Terdapat oknum yang berbuat curang dalam pembelian BBM dan tidak cocok antara nota belanja BBM yang di SPJ-kan dengan hasil keterangan pemilik kios BBM. Kedua oknum tersebut mark up sejumlah nota tanda tangan,” katanya. (san/ims)

Loading...