f.sandi.Anggota Satpol PP bersama anggota polisi menggiring gepeng saat razia di Kota Tanjungbala-Karimun.jpg

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karimun bergerak cepat menindaklanjuti pengaduan masyarakat akan maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng). Dibantu petugas Dinas Sosial, dan kepolisian, berhasil digaruk puluhan gepeng, dan anak jalanan (anjal) di sejumlah titik di Kota Tanjungbalai Karimun, Rabu (21/11) lalu.

“Memang masyarakat sudah mengeluhkan maraknya gepeng di Tanjungbalai. Dan tadi pagi (Rabu, red) kita turun bersama Dinas Sosial (Dinsos) dibantu pihak kepolisian menyisir sejumlah titik. Hasilnya, ada tujuh anak jalanan yang biasa mangkal di Jalan Trikora diamankan. Lalu semuanya dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata,” ungkap Kasatpol PP Karimun, AKBP TA Rahman.

Mirisnya, anak jalanan maupun gepeng yang diamanakn berasal dari luar Kabupaten Karimun. Rinciannya, enam anak punk, dan tujuh pengemis, dua diantaranya tuna netra.

“Untuk anjal yang berasal dari Karimun, kita sudah memanggil orangtuanya sekaligus membuat surat pernyataan untuk menjaga anak-anaknya dari melakukan hal-hal negatif. Sedangkan untuk anak-anak punk, dan pengemis yang berasal dari luar Karimun, kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk dilakukan pemulangan,” ungkap TA Rahman.

Operasi anjal dan gepeng akan terus dilakukan. Jika memang masih ada ditemukan di lapangan, maka pihak Satpol PP tidak segan-segan memberikan tindakan tegas.

“Pastinya, gepeng asal luar Karimun yang terjaring razia sudah diingatkan untuk tidak lagi ke Karimun,” sebut TA Rahman.

Sementara salah seorang pengemis tuna netra yang berasal dari Riau Daratan mengaku sudah beberapa hari di Karimun, dan menetap di salah satu wisma. Selama mengemis, pria ini penghasilan sekitar Rp120 ribu per hari.

“Tempat meminta-minta hanya di tangga Pasar Puan Maimun. Pendapatannya rata-rata Rp120 ribu per hari atau lebih,” ungkap pria separuh baya ini. (san)