f.tri
Tiuridah Silitonga

batampos.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karimun mulai mengkritisi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai lambat dalam penyediaan Alat Peraga Kampanye (APK). Mengingat, tahapan kampanye sudah dimulai sejak 23 September lalu.

“Kita sudah surati KPU Karimun, kenapa bisa terlambat dalam pencetakan APK. Padahal, proses kampanye sudah berjalan lebih dari satu bulan,” ungkap Komisioner Bawaslu Karimun Tiuridah Silitonga, Rabu (21/11).

Adalah partai politik peserta pemilu yang dirugikan atas keterlambatan pemasangan APK. Di sisi lain, Bawaslu pun menyayangkan ademnya nuansa pesta demokrasi tahun 2019 yang sangat berbeda jauh pada pemilu sebelumnya. Di mana, peserta pemilu terkesan tidak peduli terhadap APK yang difasilitasi oleh KPU.

“Saya lihat, peserta pemilu kurang proaktif terhadap penyediaan APK. Sedangkan APK yang dipasang oleh peserta pemilu rata-rata para caleg dengan memasang gambar masing-masing,” ungkapnya.

Sementara Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko mengaku keterlambatan pencetakan APK karena harus sesuai prosedur yang dilakukan untuk pengadaan barang. Sehingga membutuhkan waktu proses pencetakan APK itu sendiri. Selain itu, juga peserta pemilu sudah diberikan batas waktu untuk membuat desain APK.

“Sabar dululah, kita prediksikan akhir bulan ini sudah siap. Semuanya harus melalui proses, kalau tidak kita bisa bermasalah dalam pengadaan,” jawab Eko Purwandoko.

Pantauan di lapangan, beberapa titik lokasi yang telah ditetapkan untuk pemasangan APK masih terlihat kosong. Sementara APK yang sudah dipasang dapat dihitung, sehingga nuansa pesta demokrasi terlihat tidak ramai. (tri)

Yuk Baca