ilustrasi

batampos.co.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) Karimun tahun ini menurun drastis, hampir Rp 2 miliar. Dari Januari hingga Oktober 2018, sektor ini hanya menyumbang Rp 312 juta. Padahal tahun sebelumnya, PAD dari sektor ini daerah mendapatkan Rp 2,3 miliar.

”Cukup terasa dampaknya pengurangan secara besar-besaran di PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) terhadap PAD. Secara otomatis, tenaga kerja asing tidak ada masuk tahun ini,’’ jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun Hazmi Yuliansyah, Selasa (20/11) di Tanjungbalai Karimun.

Loading...

Sedangkan pendapatan IMTA dari perusahaan yang beroperasi di Karimun tidak begitu signifikan memperkerjaan orang asing. Sehingga dampak terhadap lesunya dunia industri di Karimun sangat berpengaruh terhadap PAD Karimun itu sendiri. Namun, demikian pihaknya masih tetap bersyukur masih ada pemasukan PAD ke Karimun melalui IMTA.

”Tidak kita saja, daerah lain juga lesu industri galangan kapal (shipyard). Mudah-mudahan pada tahun depan, kembali bergeliat dunia investasi di Karimun,’’ harapnya.

Seperti diketahui bahwa pada tahun 2015 lalu pendapatan dari IMTA tembus angka Rp 2,6 miliar lebih yang rata-rata disumbang dari PT SIKB dan perusahaan lainnya yang mencapai 1.250 orang tenaga kerja asing pada saat itu. Kemudian, pada 2016 terjadi kenaikan cukup signifikan mencapai Rp 6,5 miliar lebih.

’’Yang jelas, kita tetap melakukan perekapan terhadap tenaga kerja asing yang bekerja di Karimun,’’ ungkapnya.

Pantauan di lapangan, lesunya industri shipyard di Karimun juga berdampak terhadap perekonomian Karimun yang turun drastis beberapa tahun ini. Mulai dari usaha kos-kosan, rumah sewa, ruko, cuci baju, kuliner, katering dan sebagainya terkena imbas langsung dengan tidak adanya tenaga kerja di Karimun.

”Sepilah. Abang bisa lihat sendiri, di sepanjang jalan menuju kawasan industri banyak ruko-ruko yang kosong dengan dipampang papan pengumuman ruko ini disewakan atau dijual,’’ ujar salah seorang pelaku usaha yang tidak mau disebutkan namanya. (tri)

Loading...