batampos.co.id – Menjelang Natal dan Tahun Baru, stok sembilan bahan pokok (sembako) di Pulau Kundur masih aman. Distribusinya juga masih lancar. Bahkan Jumat (16/11) kemarin dua unit kapal barang dari Jakarta sudah masuk ke Tanjungbatu.

Satu kapal sedang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Tanjungbatu. Sementara satu kapal lagi menunggu antrean. Diperkirakan dalam beberapa bulan ke depan stok sembako untuk wilayah Pulau Kundur aman dan tidak ada kendala berarti.

“Dipastikan untuk Pulau Kundur tidak akan terjadi kelangkaan sembako dan harganya masih terjangkau,” ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kundur, Kingtie, kemarin.

Disinggung perekonomian Tanjungbatu yang mati suri, Kingtie mengaku tidak sependapat. Malah menurunya, perekonomian masih seperti biasa, hanya saja daya beli masyarakat sedikit berkurang.

Hal itu disebabkan melemahnya nilai tukar rupiah, serta turunnya harga hasil perkebunan dan pertanian. Seperti anjloknya harga kela-pa, kelapa sawit, karet, dan hasil pertanian lainnya.

“Hal ini yang menyebabkan daya beli masyarakat sedikit menurun. Karena harga sebagian besar penghasilan masyarakat dari hasil pertanian dan perkebunan, anjlok” jelas Kingtie.

Tanggapan yang sama juga disampaikan Tengku Maisuri, salah satu agen pelayaran pelabuhan bongkar muat di Tanjungbatu. Ia tidak sepen­dapat jika perekonomian Tan­jungbatu mati suri, karena hingga kini aktivitas pengiriman barang dari Jakarta dan dari berbagai wilayah ke Karimun masih lancar.

Dikatakannya, setiap minggu selalu ada kapal barang dari Medan yang bongkar muat di Tanjungbatu. Bahkan dalam sebulan ada tiga kali kapal barang dari Jakarta yang bongkar muat di Tanjungbatu.

“Kalau ekonomi mati suri ten­tu aktivitas bongkar muat su­dah tutup. Sekarang ini sa­ja dua kapal barang dari Jakar­ta yang mengantre untuk bo­ngkar muat. Bahkan pem­bangunan mulai menggeliat meskipun tidak signifikan,” tegas Tengku Maisuri. (ims)