batampos.co.id – Badan kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Karimun saat ini menunggu surat resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Khususnya terkait rencana penurunan passing grade atau ambang batas.

”Seperti diketahui, beberapa hari lalu kita sudah mendengar rencana penurunan nilai passing grade ini. Penyebabnya, karena banyak peserta tes CPNS yang tidak berhasil mencapai angka passing grade pada ujuan seleksi keahlian dasar (SKD),” ujar Kepala BKD PSDM Kabupaten Karimun, MS Sudarmadi kepada Batam Pos, kemarin (14/11).

Kemudian, katanya, ada juga opsi atau juga ada rencana untuk membuat dengan sistim ranking terhadap peserta yang mendapatkan nilai tertentu. Pada prinsipnya, pihaknya tidak ada masalah. Hanya saja, sampai saat ini hal tersebut baru wacana. Sedangkan, surat resminya belum ada. Untuk itu, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Kemen PAN RB atau BKN.

”Perlu diingat, bahwa peserta yang mendaftar menjadi CPNS itu sudah sudah langsung mendaftar pada bidang yang tersedia. Misalnya, mendaftar sebagai guru matematika untuk SMP A. Dan, yang melamar untuk poisisi tersebut sampai dengan ujian ada 5 orang, sementara yang dibutuhkan hanya satu orang. Kebetulan yang lulus passing grade hanya satu orang. Kemudian, pada formasi guru matematika yang juga tersedia di SMP B sama sekali tidak ada yang lulus. Seandainya penurunan passing grade tanpa melihat peserta yang lulus passing grade dan tempat dimana mendaftar, maka tidak menutup kemungkinan yang tadinya hanya lulus satu orang menjadi tiga orang di SMP A. Tentunya, peserta yang lulus murni passing grade merasa kecewa,” paparnya.

Dikatakannya, ini hanya suatu misal. Artinya, apa pun keputusan dari Kemen PAN RB dan BKN pihaknya di daerah hanya menurut saja. Karena, kewenangan itu ada di sana.

Mengenai rencana itu sendiri tentunya dikeluarkan sebelum pelaksanaan ujian seleksi keahlian bidang (SKB). Sebab, sesuai jadwalnya pada pekan depan mulai Kamis (22/11) sampai Rabu (28/11) akan dilaksanakan seleksi tersebut. Meski demikian, untuk Kabupaten Karimun sendiri belum keluar kapan jadwal ujian SKB tersebut.

Sesuai berita di koran ini, jumlah pelamar yang terdaftar untuk 227 formasi di Kabupaten Kairmun sebanyak 2.624 orang. Namun, pada saat pelaksanaan ujian yang mengikutinya hanya 2.451 orang.

Berkurangnya jumlah peserta ujian disebabkan 173 orang tidak mengikuti ujian. Dari yang mengikuti ujian 2.451 yang lulus passing grade hanya 52 orang. 7 orang diantaranya merupakan pegawai honorer di lingkungan Kabupaten Karimun. (san)

Yuk Baca