Penetapan DPTHP-2 tercatat sebanyak 168.790 pemilih. Foto Tri

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun menggelar Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Daftar
Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP-2) Pemilu 2019, Selasa (13/11). Pleno tersebut dihadiri Bawaslu Karimun, 12 PPK, dan 10 partai politik. Diantaranya PKB, Golkar, Gerindra, Nasdem, Bekarya, PKS, PPP, PAN, Hanura dan PBB.

Dari hasil rekapitulias DPTHP-2 tersebut, didapati jumlah pemilih sebanyak 168.790 jiwa. Artinya terjadi kenaikan pemilih sebesar 11.289 jiwa se Kabupaten Karimun dibanding DPTHP-1 yang tercatat 157.501 pemilih. Meski begitu, jumlah TPS tetap 780 yang tersebar di 12 kecamatan.

“Penambahan pemilih yang sudah didaftar ini, setelah dilakukan kampanye Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) pada bulan lalu,” ungkap Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko..

Secara rinci, dari 168.790 pemilih yakni laki-laki sebanyak 86.018 pemilih, perempuan 82.772 pemilih yang tercatat pada 71 kelurahan desa se Kabupaten Karimun. Kenaikan jumlah pemilih baru tertinggi tercatat di Pulau Karimun besar. Yakni sebanyak delapan ribu pemilih lebih yang tersebar di empat kecamatan.

Masing-masing Kecamatan Karimun 36.408 pemilih, Kecamatan Meral 29.151 pemilih, Kecamatan Meral Barat 9.479 pemilih, dan Kecamatan Tebing 17.132 pemilih.

Untuk Pulau Buru, Kecamatan Buru hanya bertambah 7.205 pemilih. Selanjutnya, Pulau Kkecamatan Kundur 20.246 pemilih, Kecamatan Kundur Utara 9.031 pemilih, Kecamatan Kundur Barat 13.211 pemilih, Kecamatan Belat 4.952 pemilih, Kecamatan Ungar 4.365 pemilih. Selanjutnya, Kecamatan Moro 13.151
pemilih, dan Kecamatan Durai 4.459 pemilih.

“Kalau ada pemilih baru, maka bisa diakomodir ditingkat KPU Karimun nantinya. Mudah-mudahan tidak
ada perubahan, karena sudah diplenokan tingkat KPU Provinsi Kepri,” terang Eko.

Sementara Komisioner Bawaslu Karimun Tiuridah Silitonga meminta saling berkoordinasi antara PPK, dan Panwascam supaya tidak salah presepsi. Kemudian untuk perubahan data pemilih yang sudah dipleno tidak bisa dilakukan perubahan lagi. Tapi, harus diubah di tingkat KPU nantinya. Sebab, dilihat dari hasil pleno terjadi perubahan data pemilih berada di Kecamatan Karimun dan Moro.

“Mari kita berkoordinasi untuk mensukseskan Pemilu 2019 nanti. Jangan gerah sama kami, tapi bersinergi untuk mensukseskan pemilu,” tegasnya.

Dengan demikian, diharapkan nanti bisa berkoordinasi antara KPU dan Bawaslu hingga tingkat bawah. Sebab, tugas Bawaslu sendiri sesuai dengan UU Pemilu bertujuan untuk pencegahan sebelum dilakukan tindakan. Dan hasil pleno ini harus didistribusikan ditingkat bawah, agar tidak ada salah presepsi lagi.

“Mari kita sukseskan pemilu 2019 secara serentak ini. Tugas kita sudah menanti di depan. Semuanya harus bersinergi hingga tingkat bawah,” kata Tiuridah. (tri)