batampos.co.id – Tim Karimun akhirnya menyepakati pembagian harga satu LPG 3 Kg bersubsidi terbagi di empat wilayah. Masing-masing, Pulau Karimun sebesar Rp27,750 per tabung, Pulau Kundur sebesar Rp28,500 per tabung, Pulau Moro sebesar Rp26,500 per tabung, dan Pulau Durai sebesar Rp28,500 per tabung.

Jumlah pengguna minyak tanah yang akan menerima tabung elpiji lengkap dengan slang dan regulator sebanyak 45.857 kepala keluarga.

Kesepakatan penetapan HET LPG bersubsidi ini, telah disetujui Hiswana Migas Kepri yang sebelumnya menyusulkan pembagian tiga wilayah beserta harga per tabung. Masing-masing, Pulau Karimun sebesar Rp29,781 per tabung, Kundur sebesar Rp30,673 per tabung, dan Moro sebesar Rp28,887 per tabung.

Pengurangan harga setelah dihitung kembali dalam biaya angkut, khususnya upah buruh. Selanjutnya, penetapan HET LPG segera di SK Gubernur Kepri sebelum didistribusikan.

“Kalau sudah didistribusikan LPG bersubsidi kepada masyarakat, secara otomatis minyak tanah ditarik secara bertahap,” ujar Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli.

Sebelumnya, Kecamatan Buru termasuk dalam usulan penetapan wilayah. Namun tidak bisa. Karena Kecamatan Buru mengikuti wilayah Pulau Karimun besar. Termasuk Pulau Belat yang masih dalam satu Pulau Kundur.

“Untuk sementara kita masih bergantung pada depo Pertamina di Tanjunguban. Makanya, terjadi penambahan biaya angkut,” ungkapnya.

Program konversi minyak tanah ke gas sempat tertunda selama tiga tahun karena permasalahan harga akibat tingginya biaya distribusi. Selain itu, Karimun belum memiliki Stasiun Pengisian Bulk Energi (SPBE). Dan saat ini, sudah ada investornya untuk membangun SPBE di Karimun, sehingga bisa lebih murah nantinya untuk harga satu tabung LPG bersubsidi.

“Kalau sudah ada SPBE, lebih terjangkau LPG bersubsidi nantinya. Yang jelas, konversi minyak tanah ke LPG 3 kilogram sudah dapat direalisasikan tahun 2019,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Koperasi, Perdagangan, UKM dan ESDM sebelumnya telah mengusulkan pembagian lima wilayah pendistribusian gas LPG subsidi. Yaitu Pulau Karimun, Buru, Kundur, Durai dan Moro. Artinya, ada dua wilayah yang tidak mendapatkan konversi minyak tanah ke LPG bersubsidi sebesar 65 ribu rumah tangga.

Sementara pemerintah pusat hanya mampu merealisasikan pendistribusian LPG sebanyak 45 ribu. Rinciannya, Kecamatan Belat 1875, Buru 2.589, Durai 1.782, Karimun 6.992, Kundur 4.873, Kundur Barat 3.303, Kundur Utara 2.367 , Meral 7.821, Meral Barat 3.298, Moro 5.195, Tebing 3.918 dan Ungar 1.824. (tri)