batampos.co.id – Sepekan setelah rumahnya terendam banjir dan mulai surut, warga Tanjungsari Kelurahan Gadingsari, serta sebagian warga Tanjungsari, Desa Lubuk mulai kembali ke rumahnya. Warga mendesak Pemkab Karimun segera menormalisasi parit dan membangunan pintu air untuk mencegah banjir terus terulang.

Seperti yang disampaikan salah satu warga Tanjungsari, Hasanudin yang meminta pemkab menormalisasi parit dan pembangunan pintu air. Me-nurutnya usulan tersebut sudah disampaikan ke Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat meninjau lokasi banjir Tanjungsari Poyo.

Salah satu alasannya, kondisi parit di Tanjungsari Poyo sangat dangkal, sehingga tak mampu menampung debit air permukaan saat hujan lebat.

“Selain itu, perlu pemecahan beberapa parit agar debit air tak mengalir di satu parit saja,” ujar Hasanudin, Selasa (6/11).

Warga juga berharap Pemkab Karimun juga membantu pemberian perahu karet lengkap dengan mesin untuk transportasi saat banjir terjadi.

Kondisi yang sama juga dira­sakan sebagian warga Desa Su­ngai Sebesi, dan Desa Sunga­i Ungar, Kundur. Pe­rmasalahan yang dirasakan juga sama yak-ni akibat kondi­si parit yang dangkal dan pi­ntu air kurang memadai. Diharapkan pemerintah Karimun segera menanggapi keluhan warga tersebut, mengingat banjir terjadi setiap tahun.(ims)