batampos.co.id – Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKDSDM) Kabupaten Karimun telah menerima hasil ujian CPNS yang digelar pada Sabtu (3/11/2018) dan Minggu (4/11). Dari 2.451 peserta ujian, hanya 52 peserta dinyatakan lulus. Selebihnya, nilainya di bawah ambang batas minimal.

“Itu laporan dari BKDSDM Karimun. Tingkat kelulusan sangat rendah sekali. Bahkan satu pelamar yang mengisi fomasi lulusan terbaik juga tak lulus,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Selasa (6/11).

Namun untuk formasi dokter spesialis yang hanya diisi dua orang, semuanya dinyatakan lulus. Rafiq mengingatkan kepada peserta yang lulus ujian tahap awal atau seleksi keahlian dasar (SKD), diharapkan terus meningkatkan kemampuan dalam bidang pengetahuan. Sebab masih ada ujian selan-jutnya yakni ujian seleksi keahlian bidang (SKB).

Jadwal ujian SKB masih menunggu pengumuman atau pemberitahuan lanjutan dari BKN. Termasuk tidak terpenuhinya kuota formasi CPNS Karimun. “Itu urusan BKN atau Kementerian PAN-RB,” ujarnya.

Karimun sendiri diberi kuota menerima 227 CPNS tahun ini. Bisa dipastikan kuota yang tersedia tidak akan cukup, sebab hanya ada 52 yang lulus ujian tahap pertama.
Tak menutup kemungkinan jumlah itu berkurang karena masih ada beberapa tahapan ujian yang harus dilewati peserta yang lulus ujian pertama.

Disinggung tentang penyebab ba­nyaknya jumlah peserta CPNS yang tidak lulus pada uji­an tahap pertama, Aunur Ra­fiq mengatakan, berdasarkan ke­terangan dari peserta ujian ya­ng disampaikan ke pansel PN­S Kabupaten Karimun mema­ng terdapat kesulitan untuk me­njawab pada ujian kategor­i ­tes karakteristik pribadi (TKP).

“Termasuk juga tes yang sulit itu adalah tes wawasan kebangsaan (TWK). Tapi letak kesulitannya tidak dijelaskan secara terperinci,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, da­ri 2.624 peserta yang terdaftar me­ngikuti ujian CPNS, pada hari pelaksanaan hanya diikuti 2.451 peserta. Hal ter­sebut dise­babkan 173 pe­serta tidak da­tang p­ada saat ujian pertama. Rinciannya pa­da ujian hari Sabtu (3/11) se­banyak 73 peser­ta tidak hadi­r. Pada ujian di ha­­ri Minggu (4/11) ada lagi se­banyak 100 peserta yang juga tidak hadir mengi­kuti ujian. (san)