batampos.co.id – Dua BUMD milik Pemerintah Kabupaten Karimun mencari anggota dewan pengawas. Kekosongan jbatan Dewan Pengawas diperuntukkan di Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP), dan PDAM Tirta Karimun. Persyaratan yang harus dipenuhi memiliki pengalaman dibidang masing-masing.

”Kita memang membutuhkan anggota untuk ditempatkan di BUP dan PDAM Tirta Karimun. Karena, lebih lima bulan anggota dewan pengawas di kedua BUMD tersebut kosong,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, M Firmansyah Senin (5/11) kemarin.

Untuk formasi anggota dewan pengawas PDAM Tirta Karimun kosong memang karena masa jabatan telah habis. Dan tidak bisa diperpanjang lagi. Sehingga, dengan kekosongan ini Pemerintah Kabupaten Karimun selaku pemilik BUMD berkewajiban untuk mencari pengganti.

”Memang, dewan pengawas di kedua BUMD masih ada. Hanya saja, jumlahnya tidak cukup. Seperti di BUMD BUP Karimun itu dewan pengawas seharusnya 3, tapi disebabkan masa jabatan satu orang sudah habis, maka tinggal dua orang. Kemudian, di PDAM Tirta Karimun jumlah maksimal hanya dua orang. Tapi disebabkan ada yang mengundurkan diri, jadinya tinggal satu orang,” paparnya.

Dengan tidak cukupnya jumlah dewan pengawaspada masing-masing BUMD, lanjut Firman, sudah tentu tidak bisa optimal dalam menjalankan fungsi pemngawasan terhadap kinerja BUMD. Sesuai aturan yang berlaku, untuk mengisi formasi sebagai anggota dewan pengaws, maka pemerintah selaku pemilik BUMD harus melakukan seleksi terbuka.

”Tentunya dengan adanya seleksi terbuka untuk umum, kita harapkan dapat calon-calon yang berpengalaman. Selain itu, memiliki kompetensi dibidang yang dibutuhkan. Sehingga BUMD yang diawasi bisa semakin maju dan memberikan kontribusi untuk daerah,” ungkapnya. (san)