Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim menyerahkan rancangan KUA-PPAS APBD Karimun 2019 kepada pimpinan DPRD Karimun saat sidang paripurna, Rabu (31/10).
F. TRI HARYONO/BATAM POS

batampos.co.id – Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun di 2019 diproyeksikan mencapai Rp 1,265 trilun. Angka tersebut turun 0,91 persen jika dibandingkan pendapatan 2018 yang mencapai Rp 1,277 triliun.

Hal tersebut dikatakan Bupati Kabupaten Karimun Aunur Rafiq dalam sidang Paripurna dengan agenda Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karimun 2019, Rabu (31/10).

Dalam sidang yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Karimun Azmi tersebut, Bupati menyam-paikan jika belanja daerah juga terjadi penurunan sebesar 4,26 persen dibandingkan tahun 2018 yaitu Rp 1,452 triliun menjadi Rp 1,390 triliun lebih.

’’Inikan baru penyampaian plafon sementara, karena da­na dari pusat kita belum tahu berapa dapat. Nanti bisa berubah angkanya saat pembahasan,’’ jawab Aunur usai sidang paripurna. Dengan waktu dua bulan, ia berharap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) turun dan diketahui jumlah Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun dana transfer.

’’Saya optimis, nanti akan naik dari anggaran pusat yang disalurkan ke daerah. Nah, penurunannya tidak terlalu besar, begitu disisi pendapatan daerah tidak sampai satu persen penurunannya,’’ jelasnya.

Atas laporan tersebut, masing-masing fraksi DPRD umumnya setuju atas penyampaian KUA serta PPAD APBD 2019.

Selain itu, Bupati Karimun me­nyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum serta perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Karimun Nomor 9 tahun 2011 tentang retribusi daerah yang beberapa pasal tidak sesuai terhadap putusan MK.

’’Kalau revisi perda retribusi daerah tidak berpengaruh terhadap pendapatan. Malahan bisa bertambah,’’ singkatnya. (tri)