batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kamis (25/10/2018) membuka Bursa Inovasi Desa (BID) Karimun,.

BID  diselenggarakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan informasi kepada para pemerintah desa maupun BPD, serta tokoh masyarakat desa akan pemanfaatkan BID di masing-masing desa.

“Ini kesempatan bagi desa-desa, untuk mendapatkan gambaran apa yang akan diinovasikan setiap desa. Sebab, ada 42 desa yang mendapatkan DD dari Pemerintah Pusat,” jelas Rafiq.

Sehingga, masing-masing dengan bisa berinovasi untuk kemajuan desanya. Mulai dari sistem pengelolaan keuangan, pemanfaatkan infrastruktur bagi warganya, peningkatan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Diharapkan, kedepan desa tersebut bisa mandiri dengan memanfaatkan inovasi desa.

“Di sinilah, bagaimana pemerintah desa bersama masyarakat untuk membuat inovasi yang dapat dimanfaatkan bagi warganya. Kalau dilihat, peluang inovasi yang ada di BID ini sangat besar. Tinggal menyesuaikan desa itu sendiri, yang mana akan dipergunakan untuk acuan inovasi terbaru,” ungkapnya.

Dimana, hingga sekarang kabupaten Karimun sudah mendapatkan kucuran Dana Desa (DD) mencapai Rp84,8 miliar lebih yang sudah direalisasikan oleh 42 desa. Dengan demikian, pemanfaatan DD disetiap desa sangat membantu dalam berbagai bidang yang tidak teralokasi di APBD Karimun.

“Alhamdulillah, sekarang masyarakat desa sudah menikmati DD dalam bentuk infrastruktur maupun peningkatan SDM,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang kepala desa Jang kecamatan Moro Nurbi bin Buntat mengungkapkan, sangat tertarik dengan BID ini. Sebab, bisa menjadi inovasi baru bagi desanya bersama masyarakat. Yang mana, berbagai model maupun cara untuk memaksimalkan DD ada contohnya disini dan sangat cocok diimplementasikan di desa.

“Saya tertarik dalam bidang kewirausahaan. Didesa Jang banyak bahan baku yang bisa dijadikan produk unggulan. Selain itu bisa dimanfaatkan, lahan tidur masyarakat untuk dikembangkan menjadi komoditi perkebunan secara bertahap nanti,” kata Nurbi.(tri)