Danlantamal IV berdialog dengan kapten kapal.
foto: batampos.co.id / sandi

batampos.co.id – Lanal Tanjungbalai Karimun masih menyidik nakhoda dan kru MV Jolly Rover GT 97 berbedera Mongolia yang ditangkap akhir pekan lalu. Saat ini, penyidik di TNI AL belum menentukan siapa tersangkanya.

”Untuk menentukan atau menetapkan tersangka dalam perkara ini tentunya menunggu hasil penyidikan,’’ ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro, Selasa (23/10).

Sebelumnya, Tim Fleet One Quick Response (F1QR) IV Lanal Tanjungbalai Karimun mengamankan MV Jolly Rover GT 97 berbendera Mongolia. Kapal jenis motor vessel ini ditangkap karena melakukan transhipment atau transfer barang di perairan Indonesia.
Kini kapal yang memuat cat merek hempel hardner dan merek sigma hardner, kaleng tiner, tali trost, dan cat semprot ini dibawa ke dermaga Lanal Tanjungbalai Karimun untuk diproses hukum lebih lanjut. Jumlah pasti muatan barang masih dilakukan penghitungan oleh petugas.

”Diperkirakan muatan yang juga tidak ada manifest ini mempunyai nilai sekitar Rp 1 miliar,” tegas Danlantamal IV, Laksamana Pertama Ribut Eko Suyatno, Senin (22/10).

Ia mengatakan, penangkapan tersebut berawal ketika Kapal Patroli Kemanan Laut (Patkamla) Combat Boat sedang melakukan patroli rutin di perairan Takong Iyu.

”Saat itu kita menemukan aktivitas mencurigakan, terjadi transfer barang di wilayah hukum Indonesia. Karenanya kita datangi dan dilakukan pemeriksaan dokumen,” katanya.

Saat didatangi petugas, salah satu kapal jenis tanker yang mensuplai barang ke Kapal MV Jolly Rover melarikan diri. Kini keberadaannya masih dilakukan pengejaran petugas. Sementara Kapal MV Jolly Rover GT tidak bisa menunjukkan dokumen yang sah kepada anggota Patroli.

”Mereka tidak bisa menunjukan surat persetujuan berlayar (SPB), dokumen tentang muatan barang, hingga daftar kru dan sijil,” bebernya. (san)