batampos.co.id – Tim pengawasan penyaluran elpiji subsidi tiga kilogram Kabupaten Karimun belum menetapkan harga eceran tertinggi (HET). Hingga saat ini, tim masih menghitung harga yang diusulkan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Kepri.

Sebelumnya, pemerintah menganggap usulan HET Rp 29.781 di Pulau Karimun, lalu Rp 30.673 di Kundur, dan Rp 28.887 di Moro masih terlalu tinggi.

“Kita sudah dua kali rapat, tapi belum final terhadap harga gas elpiji subsidi dari hasil kajian tersebut,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, Minggu (21/10).

Dengan demikian, pihaknya akan melakukan rapat kembali untuk menentukan berapa besaran HET gas melon tersebut. Mengingat, di Kabupaten Karimun sendiri belum ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE).

Hal ini menjadi kendala dalam pendistribusian gas melon ke warga.

“Sesuai pemaparan kemarin, mengisian gas elpiji masih dilakukan di luar Karimun. Sehingga, ada biaya transportasi yang harus dibebankan kepada konsumen,” tuturnya.

Alternatif satu-satunya, kata Yosli, mengurangi biaya pengangkutan dari Tanjunguban ke Karimun. Artinya, ketika biaya pengangkutan bisa ditekan, secara otomatis harga elpiji bisa lebih rendah dari harga yang telah diusulkan beberapa waktu lalu.

Dengan demikian bisa direalisasikan akhir tahun ini. ”Sabar dululah. Yang jelas kita tidak akan memberatkan masyarakat dengan harga tinggi,” ujarnya.

Diketahui, pemerintah pusat hanya merealisasikan bantuan 45 ribu dari 65 ribu tabung gas melon yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun. Masih ada 20 ribu warga yang terpaksa menggunakan minyak tanah (mitan) karena belum masuk konversi. Pemerintah akan membentuk tim agar kebutuhan elpiji di Karimun terpenuhi.

Untuk tahun ini, ada 12 kecamatan yang mendapatkan konversi minyak tanah ke LPG bersubsudi yaitu Kecamatan Belat 1.875 rumah tangga, Buru 2.589, Durai 1.782, Karimun 6.992, Kundur 4.873, Kundur Barat 3.303, Kundur Utara 2.367, Meral 7.821, Meral Barat 3.298, Moro 5.195, Tebing 3.918, dan Ungar 1.824 rumah tangga.(tri)