F: Sandi-Anggota polisi sedang melakukan alarm steling uintuk antisipasi gangguan secara tiba-tiba

batampos.co.id – Sejak Jumat (19/10) sampai dengan kemarin (21/10) Polres Karimun dan diikuti Polsek Meral dan Tebing melaksanakan kegiatan alarm steling. Hal ini dilakukan sebagai bentuk latihan untuk deteksi dini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menjelang dan pada saat berlangsungnya Pileg dan Pilpres 2019.

”Alarm steling ini sifatnya latihan terhadap anggota. Untuk tingkatkan Polres cukup banyak anggota yang dilibatkan. Tujuannya, ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka setiap anggota sudah mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa tindakan yang perlu diambil. Ini juga sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi segala bentuk situasi dan keadaan,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya kepada Batam Pos.

Sementara itu, Kapolsek Meral AKP Budi Sucipto menyebutkan, pelaksanaan alarm steling yang dilakukan di wilayah kerjanya melibatkan anggota sebanyak 20 orang. ”Anggota yang dilibatkan tidak hanya personil polisi tapi juga termasuk pegawai yang bertugas di Polsek kita. hal ini juga sekaligus untuk menguji kesiapan dan kemampuan personil kita. Khususnya, menghadapi situasi yang terjadi secara tiba-tiba,” ungkapnya.

Hal yang sama juga di lakukan Polsek Tebing. Hanya saja, untuk Polsek Tebing kegiatan diikuti sebanyak 31 orang. ”Anggota yang kita libatkan 30 orang dari Polri dan satu PNS yang bertugas di tempat kita. Selain itu, kita juga menggunakan senjata laras panjang dan jenis pistol. Kemudian, juga melibatkan sepeda motor dan mobil patroli polisi. Simulasi yang kita lakukan dalam bentuk tiba-tiba ada penyerangan. Sehingga, anggota sudah tahu apa yang akan dilakukan,” jelas AKP Budi Hartono.

Dari kejadian ini, katanya, tentunya diharapkan anggota sudah tahu apa yang akan dilakukan ketika berada di Mapolsek. Mislanya, membunyikan lonceng dengan kode panjang yang berarti ada bahaya. Kemudian, anggota lain bisa melakukan evakuasi dan antisipasi. (san)