Warga ketika melintasi waduk Sei Batik milik PDAM Tirta Karimun, saat ini ketersediaan air bersih mencukupi. F Tri Haryono / Batam Pos

batampos.co.id – Meski sudah dikelola terpisah menggunakan badan usaha milik daerah (BUMD) sendiri, yakni Karimun Trita, namun tidak menghapus daftar tunggu pelanggan yang ingin mendapatkan distriubusi air bersih. Sampai dengan bulan ini, daftar tunggu pelanggan sudah mencapai seribu permohonan.

”Memang, sejak berdiri sendiri menjadi BUMD untuk mengelola air, salah satu fokus kita dalam menjalankan perusahaan ssalah satunya mengoptimalkan sumber air bersih. Yang nantinya dapat mensuplai kebutuhan air bersih di Pulau Karimun. Sebelumnya, kita menjadikan waduk air bersih pongkar dan sudah bisa digunakan sekarang,” ujar Direktur PDAM Tirta Karimun, Indra Santo kepada Batam Pos, Sabtu (20/10).

Dan sekarang, katanya, yang sedang diolah untuk dapat dijadikan sumber air bersih adalah Sentani. Diharapkan tahun ini bisa selesai pengerjaannya. Dengan demikian, PDAM memiliki tiga sumber air bersih yang bisa dioperasikan melayani masyarakat. Setelah itu, pihaknya secara perlahan-lahan akan melakukan sambungan baru ke pelanggan yang masuk dalam daftar tunggu.

”Isnya Allah tahun depan kita akan mulai bisa melakukan sambungan baru. Seiring dengan dilakukannya penambahan jaringan pipa air bersih ke daerah-daerah yang menjadi daftar tunggu. Untuk daftar tunggu sebagian besar pemohonnya berada di Kecamatan Karimun. Seperti di Bukit Senang dan sekitarnya. Hal ini disebabkan belum adanya jaringan ke daerash yang termasuk tinggi,” paparnya.

Menyinggung tentang pemasangan jaringan pipa baru, Indra menyebutkan, diakuinya memang sampai saat ini untuk pemasangan pipa baru sampai 20 persen. ”Selebihnya masih menggunakan pipa lama. Untuk hal ini, kita juga sudha rencanakan untuk perlahan-lahan mengganti jaringan pipa lama dengan yang baru. Sehingga, bisa mengurangi resiko kebocoran pipa,” ungkapnya. (san)