Bupati Karimun Aunur Rafiq memberikan cinderamata yang terbuat dari timah kepada Dubes RI untuk Mesir Helmy Fauzy didampingi legislator RI Dwi Ria Latifa. (F.Tri Haryono/ Batam Pos)

batampos.co.id – Duta Besar (Dubes) RI untuk Mesir Helmy Fauzy Minggu (21/10) siang melakukan kunjungan kerja ke Karimun bersama pengusaha Mesir yang disambut langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq. Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam pemaparannya mengungkapkan, daerah Karimun sangat potensial sebagai tempat investasi dengan didukung infrastruktur sudah ada. Seperti, air, listrik, jalan dan perizinan.

” Disini potensi untuk dikembangkan dalam investasi yang didominasi shipyard, seperti PT KSS, PT OT, PT SIKB dan yang terbaru PT Grace Marine dengan investasi mencapai Rp6,7 triliun yang sedang mengurus perizinan di pusat,” jelas Rafiq.

Selain shipyard juga, ada bidang tambang granit yang saat ini ada enam perusahaan yang beroperasi dan memberikan PAD terbesar untuk kabupaten Karimun. Kemudian, disektor perikanan maupun pertanian yang baru ini baru tahap awal melakukan ekpor nanas dan pisang ke Singapura. Dengan demikian, peluang investasi di kabupaten Karimun cukup menjanjikan.

” Secara umum, masyarakat Karimun welcame dengan para investor untuk berinvestasi di kabupaten Karimun. Dan saya titipkan kepada pak Dubes maupun ibu Hj Dwi Ria Latifa legislator untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk diberikan kekhususan tentang perdagangan. Mengingat, kabupaten Karimun berbatasan secara langsung,” harapnya.

Sedangkan Dubes RI untuk Mesir Helmy Fauzy menyampaikan, pihaknya berkunjung ke Karimun sebagai kunjungan balasan terhadap Pemerintah kabupaten Karimun yang berkunjung ke Dubes RI di Mesir pada tahun lalu. Dalam kunjungan kerja tersebut, dirinya juga membawa rombongan seperti Burman Rahman sebagai atase perdagangan, kemudian Yubil Septian koordinator fungsi ekonomi dan dua pengusaha asal mesir yaitu Yaman Alistwani dan Mohamad Alfarra.

” Dalam kesempatan ini, dari 75 pelaku usaha asal Mesir untuk mengikuti ekspo di Indonesia. Dari 75 pelaku usaha tersebut, ada yang lagi mencari lahan untuk membuka pertanian modern yang beroentasi ekspor. Dan salah satunya, lokasi yang dilirik adalah Kepri dan kabupaten Karimun untuk dijajaki dalam bentuk pertanian sayuran-sayuran dan buah-buahan,” kata Helmy.

Pantauan dilapangan, para rombongan langsung melakukan peninjauan dibeberapa lokasi yang ada dikawasan FTZ. Didampingi, ketua BP Kawasan Karimun.(tri)