batampos.co.id – Hingga hari terakhir pendaftran, jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Karimun mencapai 3.466 orang. Hasil verifikasi sementra, 843 orang diantaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Ada beberapa penyebab pelamar dinyatakan TMS. Misalnya berkas yang tidak lengkap, umur yang sudah lewat, hingga tidak sesuai jurusan,” ujar Sekda Kabupaten Karimun, M Firmansyah , Rabu (17/10/2018).

Untuk memastikan berkas TMS, lanjutnya, panitia melakukan pemeriksaan berkali-kali.Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jangan sampai merugikan pelamar, makanya dilakukan verifikasi berkali-kali,” ungkapnya.

Menyinggung tentang lokasi ujian, Firman menyebutkan dari hasil rapat bersama Badan Kepegawaian Nasional (BKN) belum ditetapkan tempatnya.

“Hanya saja, sudah ada gambaran 90 persen ujian CPNS untuk peserta yang melamar formasi yang disediakan Pemkab Karimun dilaksanakan di Tanjungpinang. Artinya, memang ada perubahan lagi. Jika sebelum direncanakan di Batam dan kemudian berubah lagi bisa dilaksanakan di Karimun dengan menggunakan sistim UNBK. Tapi, belakangan diarahkan ke Tanjungpinang,” paparnya.

Meski demikian, lanjut Sekda, pemkab Karimun masih menunggu keputusan resmi untuk lokasi ujian CPNS. Sebab, kalau pun di Karimun bisa diadakan, maka lokasi yang sudah disampaikan ke BKN adalah ruang serba guna Kantor Bupati Karimun. Dengan catatan, peralatan untuk ujian disiapkan oleh Pemkab Karimun.

“Sistemnya disiapkan oleh BKN. Dan, kalau memang jadi di Karimun, maka lokasi ujiannya hanya satu tempat,” tutupnya. (san)