ilustrasi

batampos.co.id – Jadwal operasi katarak peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Sani, Karimun sudah penuh hingga pertengahan tahun depan.

Peserta BPJS Kesehatan harus menunggu cukup lama bila menginginkan operasi di rumah sakit plat merah ini.

”Dari daftar yang ada, sampai pertengahan tahun depan sudah full atau penuh,” ujar Direktur RSUD M Sani, dr Zulhadi, Selasa (16/10/2018).

Hal ini, katanya, disebabkan adanya pembatasan yang dikeluarkan oleh BPJS beberapa waktu lalu. Yakni, untuk RSUD M Sani hanya diperbolehkan melayani enam peserta BPJS dalam satu bulan. Padahal sebelum adanya aturan ini, jumlah pasien BPJS yang melakukan operasi katarak rata-rata mencapai 25 orang per bulan.

“Setelah adanya aturan ini, kami harus membuat jadwal. Bila lebih dari enam kali melakukan operasi katarak pasien BPJS, maka kelebihannya tidak bisa diklaim. Kelebuhannya tidak akan ditanggung BPJS, bahkan dibebankan ke rumah sakit,” bebernya.

Untuk itu, pihak rumah sakit terpaksa membuat daftar tunggu. “Kalau tidak mau menunggu lama, maka harus menjadi pasien umum atau non BPJS,” jelasnya.

Menyinggung tentang rujukan ke rumah sakit terdekat di luar Kabupaten Karimun, seperti ke RS Embung Fatimah, Batam Zulhadi menyebutkan, pihaknya bisa mengeluarkan rujukan hanya saja di sana juga penuh.

“Bahkan, untuk RS Embung Fatimah dalam sebulan untuk operasi katarak pasien BPJS hanya bisa 4 kali atau empat orang. Artinya, lebih sedikit kuotanya dibandingkan dengan rumah sakit kita,” paparnya.

Zulhadi berharap bahwa pada tahun depan aturan tentang ini dapat dirubah oleh BPJS. Bahkan, seperti diketahui ketika awal-awal peraturan ini keluar, pihak RSUD M Sani bersama dengan rumah sakit yang ada di Kepri sudah melayangkan surat keberatan tentang aturan ini.

“Hanya saja sampai sekarang belum ada jawabannya dari BPJS,” tutupnya. (san)