ilustrasi

batampos.co.id – Beberapa waktu lalu, BPJS Ketenaga Kerjaan melakukan survei di beberapa desa di Kabupaten Karimun. Sehingga, menetapkan Desa Pongkar, Kecamatan Tebing sebagai desa sadar jaminan sosial PBJS Ketenaga Kerjaan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang tidak saja bekerja di sektro formal mendafarkan diri.

”Memang, Sabtu (13/10) kami mengadakan pertemuan dengan masyarakat di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing yang terpilih sebagai desa sadar jaminan sopsial dalam bidang BPJS Ketenaga Kerjaan. Kita melihat antusiasi warga yang langsung ingin ikut menjadi peserta BPJS Ketenaga Kerjaan sebanyak 300 orang,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Azmi Yuliansyah kepada Batam Pos, Sabtu (13/10).

Yang menjadi perhatian, katanya, warga yang ikut menjadi peswerta baru BPJS Ketenaga Kerjaan tersbeut bukan yang bekerja di perusahaan. Tapi, warga yang berjualan membuka warung dan juga yang bekerja sebagai nelayan juga ikut untuk menjadi peserta. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di sana sudah menyadari betapa pentingnya ada jaminan sosial BPJS Ketenaga Kerjaan.

”Kita berharap, jumlah maayarakat ikut menjadi peserta BPJS Ketenaga Kerjaan di Kabupaten Karimun akan semakin ramai jumlahnya. Artinya, tidak hanya di Desa Pongkar. Tapi, juga dari seluruh desa-desa yang ada daerah kita. Karena, dengan ikut menjadi peserta BPJS Ketenaga Kerjaan akan memberikan kemudahan kepada kita jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” paparnya.

Dilanjutkan Azmi, memang untuk menjadi peserta BPJS Ketenaga Kerjaan dibutuhkan biaya. Hanya saja, biaya yang dibayarkan juga tidak terlalu besar dan dibayar sebulan sekali. Tentunya, tidak terlalu memberatkan. Khususnya, bagi mereka yang telah memiliki pekejaan. (san)