Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Direktur RSUD M Sani Zulhadi ketika meninjau laboratorium patologi anatomi.f.TRI HARYONO/BATAMPOS

batampos.co.id – Tidak terasa RSUD M Sani kini sudah menginjak usia yang ke-15 tahun, yang terus meningkatkan dan berinovasi untuk meningkatkan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Termasuk penambahan fasilitas pelayanan maupun alat medis, serta dokter spesialis. Dalam rangkat memperingati hari jadi RSUD M Sani ke-15, kemarin (11/10) diluncurkan pengoperasian laboratorium patologi anatomi.

“Pemkab Karimun, memberikan apreasiasi kepada pihak RSUD M Sani yang terus menambah fasilitas alat medis. Sehingga, keberadaan laboratorium patologi anatomi di RSUD M Sani sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk melakukan diagnosa tahap awal bagi penyakit kanker,” jelas Bupati Karimun Aunur Rafiq usai meninjau laboratorium patologi anatomi.

Selain itu kata Rafiq, RSUD M Sani juga telah membangun gudang arsip dan barang yang bersumber dari dana BLUD RSUD M Sani sebesar Rp3,5 miliar. Sedangkan, laboratorium patologi anatomi bersama alat medisnya sebesar Rp1,7 miliar dari kementerian kesehatan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan di RSUD M Sani saat ini sudah sangat bagus dan ditambah pencanangan kampanye kebersihan tangan bagi seluruh karyawan rumah sakit.

“Sesuai dengan semboyan RSUD M Sani yaitu cepat, tepat, ramah dan senyum ini berlaku untuk semua karyawan. Tinggal, penambahan poli klinik ditahun berikutnya nanti,” pesan Rafiq.

Sementara Direktur RSUD M Sani dr Zulhadi mengatakan, bahwa untuk pasien kanker dari waktu ke waktu terus terjadi peningkatkan. Dalam satu bulan bisa tujuh pasien, dengan adanya laboratorium patologi anatomi ini bisa melakukan diagnosa tahap awal apakah bisa ditanggulangi oleh tim dokter RSUD M Sani atau dirujuk ke rumah sakit lain yang sudah bekerjasama dengan pihaknya.

“Untuk pemeriksaan melalui alat patologi anatomi diagnosanya hampir mendekati 100 persen. Tinggal tindakan, apakah bisa disini atau dirujuk,” jelasnya.

Di mana, selama ini pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan laboratorium di kota Medan. Kemudian, hasil laboratorium tersebut diberikan kepada pihak RS Otorita Batam dan RS Embung Fatimah untuk ditindaklanjut. Dengan adanya laboratorium patologi anatomi, tidak susah lagi untuk berobat bagi pasien yang sekaligus dokter spesialis dan tenaga labornya sudah ada.

“Untuk di Karimun, paling banyak kanker serviks, kanker paru-paru, kanker payudara yang berusia rata-rata 40 tahun keatas. Tapi, ada juga yang terjadi kanker pada anak-anak,” ungkapnya.

Sedangkan, pantauan dilapangan dihari jadi RSUD M Sani ke15 juga dilaksanakan bakti sosial yaitu sunatan masal dan donor darah. Yang sekarang, dokter spesialis sudah mencapai 27 orang. (tri)