Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat meninjau rumah korban puting beliung di Desa Sugie, belum lama ini.

batampos.co.id – Masih ingat kejadian angin puting beliung yang melanda Desa Sugie, Kecamatan Moro, Sabtu (6/10), dan memporak porandakan 40 unit rumah, dan gudang milik warga? Meski tidak ada korban jiwa, namun untuk memperbaiki kerusakan rumah warga membutuhkan anggaran sebesar Rp151 juta.

Permohonan untuk mendapatkan bantuan pemerintah telah disampaikan oleh Kepala Desa Sugie kepada Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Namun melihat kondisi kemampuan keuangan daerah, pemerintah hanya sanggup memberi bantuan sebesar Rp100 juta.

“Proposal bantuan sudah disampaikan kepada saya. Tapi dari Rp151 juta alokasi yang dibutuhkan untuk bantuan rehab rumah, pemerintah hanya bisa membantu Rp100 juta,” ungkap Aunur Rafiq, Kamis (11/10/2018).

Untuk penyaluran bantuan tersebut, diserahkan kepada pemerintah Desa Sugie. Artinya, dari alokasi bantuan yang diterima nantinya, tentu pembagian berdasarkan kerusakan yang terjadi.

“Tentu akan berbeda-beda jumlah bantuan yang diterima para korban. Dilihat dari kerusakan, pastinya,” tutur Rafiq.

Angin puting beliung melanda Desa Sugie, Sabtu (6/10) sekitar pukul 11.25 WIB. Tercatat sebanyak 40 unit rumah, dan bangunan milik warga porak poranda. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian material mencapai ratusan jutaan rupiah.

Kejadian yang menimpa tiga RT di Desa Sugie, yakni RT 01, RT 02 dan RT 04 mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karimun, maupun Provinsi Kepri. Baik Bupati Aunur Rafiq maupun Gubernur Kepri, Nurdin Basirun langsung meninjau lokasi sekaligus membawa bantuan.

Untuk sementara, para korban mengungsi di tempat sanak saudara yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Rumah warga yang terparah ada tujuh unit, mulai dari kerusakan atap yang semuanya hingga roboh rumahnya. Penduduk Desa Sugie sekitar 550 KK, dengan 1.800 jiwa yang mayoritas berpenghasilan sebagai nelayan. (enl)