ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karimun mencatat penerimaan asli daerah (PAD) dari sektor pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) 2018 mencapai Rp 6 miliar. Angka tersebut melebihi target Rp 4,5 miliar yang dibebankan kepada Bapenda.

”Sejak PBB diserahkan ke kabupaten beberapa tahun lalu, baru tahun ini berhasil meraih penerimaan sebesar Rp6 miliar dari target Rp4,5 miliar tahun ini. Pencapaian ini PBB ini sesuai dengan target dalam APBD murni 2018. Sehingga, pada APBD perubahan tahun ini targetnya dinaikkan lagi menjadi Rp7 miliar,” ujar Kepala Bapenda Kabupaten Karimun, Kamarulazi kepada Batam Pos, kemarin (10/10).

Dinaikkannya target PBB tahun ini, katanya, disebabkan 15 persen wajib pajak di Karimun belum membayar PBB. Pihaknya berharap, wajib pajak yang belum melunasi PBB bisa segera membayarnya.

Kamarulazi menyebutkan angka yang didapatkan tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun sbelumnya yang hanya Rp 5,9 miliar.

“Kita optimis di tahun mendatang penerimaan dari sektor PBB akan mengalami kenaikan,” jelasnya.

Hal ini dilihat dari perkembangan pembangunan di Kabupaten Karimun, khususnya Pulau Karimun. Yakni, semakin bertambahnya bangunan yang dalam bentuk ruko. Selain ituk, tanah-tanah yang sebelumnya kosong sudah mulai di bangun perumahan dan Ruko.

“Dalam perhitungan besarnya PBB dilihat tidak hanya tanah, tapi juga bangunan. Termasuk luas bangunan, ini mempengaruhi besarnya PBB yang akan dibayar,” ungkapnya. (san)